
Arini turun gunung setelah 15 tahun belajar. Semua menunggu dia unjuk kemampuan, tapi dia malah langsung bikin geger: musik dan tari, mengiringi ledakan sorak. Musuh menertawakan dia, keluarga panik, tunangannya mundur—dia santai aja, main bareng empat kakaknya. Saat musuh muncul, dia berdiri tegak. Aku… sudah tak terkalahkan!