
Wen Yin semula dijagokan untuk masuk universitas bergengsi di Beijing atau Tsinghua, namun secara “tak terduga” gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi. Ia kemudian ditipu oleh orang tuanya untuk kembali ke kota kecil tempat tinggal mereka dan dipaksa menikah. Dua bulan setelah menikah, suaminya meninggal secara mendadak, dan ia menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Sejak saat itu, ia tidak hanya harus menghadapi sifat pedas dan kejam ibu mertuanya serta niat jahat adik ipar laki-lakinya, tetapi juga terus-menerus diganggu oleh gosip di kota kecil tersebut karena kecantikannya. Putrinya, Qianmo, kehilangan suaranya karena sakit. Wen Yin pun dengan tegas membawa putrinya ke Beijing, menemui kakak tiri suaminya, Lu Jianshen, untuk mencari pengobatan bagi pita suara putrinya. Dalam pergaulannya dengan Wen Yin dan putrinya, Lu Jianshen terpesona oleh keteguhan dan kecerdasan Wen Yin, serta sangat menyayangi Qianmo yang selalu dekat dengannya. Namun, karena statusnya, ia terpaksa menahan perasaannya dengan berat hati.