
"Liana Ingleby menyadari sejak usia muda bahwa meskipun uang bukan segalanya, hidup tanpa uang sangatlah mustahil. Dengan keterampilan dan pengetahuannya, ia terus memanfaatkan setiap kesempatan yang dapat meningkatkan statusnya. Baik di sekolah maupun di pasar, ia selalu berhasil mengenali dan memanfaatkan kesempatan yang menonjol. Namun, kedatangan mahasiswa baru yang didanai mengganggu kehidupan kampus yang tenang dan stabil yang telah ia perjuangkan dengan keras. Seiring berjalannya cerita, Liana perlahan menyadari bahwa orang-orang yang ia anggap sekadar sekutu untuk kepentingan bersama kini memperlakukannya seolah-olah ia adalah subjek dari permainan simulasi baru!"