
Untuk lepas dari siksaan, Ajeng merayu pria paling berbahaya——Sean, kekasih brutal bibinya. Di ruang pengakuan dan kasino, ia mengupas anggur, menjeratnya dalam obsesi. Hasrat terlarang hanyalah chip bertarif. Saat Sean terluka parah bertanya "Kenapa?", Ajeng sudah menggenggam tiket kebebasan yang dibeli dengan nyawanya.